Sejak 2017, Pemiliki Kos Ini Pakai Genset Karena Aliran Listrik Diputus oleh PLN

Sejak 2017, Pemiliki Kos Ini Pakai Genset Karena Aliran Listrik Diputus oleh PLN

Advokat YR, Anton Widodo, mengatakan, semenjak listrik di kos-kosan milik YR diputus PLN pada April 2017, YR menerapkan mesin genset untuk mengaliri listrik di rumah kos-kosaannya itu. Dana yang dikeluarkan YR untuk menyewa dua genset sebesar Rp 40 juta per bulan. Tarif itu belum ditambah pembelian solar sebesar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per harinya.

Baca Juga: E Commerce Jual Genset terbaik 2018, Hartech

“Pemasangan genset telah berjalan sekitar 11 bulan,” ujar Anton, Sabtu (24/3/2018). YR yaitu pemilik kos-kosan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang didenda Rp 968 juta oleh PLN sebab dituduh menjalankan pencurian listrik. Sebab tidak ingin membayar denda hal yang demikian, PLN memutus listrik kos-kosannya. Sebelumnya YR ditawari oknum polisi berinsial YM untuk merubah energi listrik di kos-kosanya dengan tarif Rp 15 juta.

YM memanggil dua orang yang mengaku sebagai petugas Penertiban Penerapan Daya Listrik (P2TL) PLN. Anton mau supaya PLN dapat kembali memasang listrik hal yang demikian. Yang itu dikarenakan ada dugaan “main-main” antara YM dan dua orang pekerja yang mengaku sebagai petugas P2TL hal yang demikian. YR sudah melaporkan YM ke Polda Metro Jaya.

YR juga sudah mengadukan PLN ke Ombudsman. “Lalu Ombudsman DKI aku mintakan difasilitasi, panggil PLN agar disambung kembali dahulu sambil pelaksanaan berjalan,” ujar Anton. YR sudah melaporkan PLN ke Ombudsman pada Maret 2017. Walaupun pelaporan kepada YM ke Polda Metro Jaya sudah dikerjakan pada Juni 2017.

Baca Juga: Jangan beli genset murah yang abal-abal, kalau ngga begini akibatnya